Posts

PANAS HATI

  KEJADIAN 4:3-16  3  Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan;  4  Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,  5  tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.  6  Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?  7  Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."  8  Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.  9  Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikm...

Menjadi Gereja Tanpa ke Gereja

 Di masa pandemi ini semakin banyak orang yang mengalami perubahan, juga termasuk dalam perubahan cara bergereja. Dalam pemahaman persembahan waktu dalam LKKJ yang selama ini saya ikuti, persembahan waktu adalah persembahan waktu kita untuk datang dan beribadah ke gereja. Mengikuti berbagai kegiatan di gereja juga masuk dalam hal ini.  Namun seiring dengan berkembangnya pelayanan online yang marak di masa pandemi, maka cara kita bergereja menjadi berubah. Kita cenderung mengikuti ibadah secara online. Mungkin bulan November ini sudah banyak gereja kembali membuka pintunya agar orang banyak bisa datang kembali ke gereja, tapi pertanyaan besarnya adalah, berapa banyak yang akan kembali ke gereja.  Gejolak pandemi menimbulkan jenis jemaat baru, yaitu jemaat bergereja tanpa ke gereja. Mereka bisa mengikuti berbagai kegiatan pelayanan dan khotbah dari berbagai gereja, interdominasi, seolah menjawab kehausan mereka akan Firman Tuhan, sebagai jawab atas kekuatiran mereka menghad...

Bisnis Berkembang dengan ECHO

  Dalam salah satu talkshow IG antara Pak Tung Desem Waringin dan pak Hermanto Tanoko diangkat hasil diskusi Pak Tung dengan Pak Ippho Santosa, yaitu strategi bisnis berkembang moncer dengan ECHO. Apakah ECHO itu ? Efisien-Efektif Pertama, jelas bisnis harus efisien dan efektif, maka mau tidak mau banyak pebisnis dan pengusaha mengusahakan bisnisnya menjadi efisien. Maka tidak heran, banyak pengusaha mengurangi jumlah karyawan, mengalihkan karyawannya menjadi bisa bekerja lebih efektif.   Bisnis anda juga harus efisien dan efektif. Mungkin saja dalam hal ini bisa menjadi mengurangi dan mengalihkan fungsi karyawan. Saya ingat benar, ada kawan yang biasa main di weeding catering mendadak jualan online frozen dan mengubah karyawannya menjadi sales frozen food.  Creative Ini jelas, untuk bisa bertahan harus creatif. Dalam beberapa tulisan sebelumnya saya ceritakan bahkan yang punya usaha event organizer pun harus kreatif menyikapi bisnis nya. Ada bisnis yang tadinya hanya pun...

Karakter Pemalas

Image
 Amsal 26: 13-16 membicarakan kembali soal pemalas.  Bagaimana kita tahu bahwa kita sudah hidup dalam kemalasan?  Amsal memberikan empat karakteristik orang yang malas.  Pertama, si pemalas selalu menciptakan alasan yang tidak masuk akal untuk membenarkan kemalasannya (ay. 13).  Kedua, si pemalas suka menunda suatu pekerjaan (ay. 14).  Ketiga, si pemalas terbiasa tidak menyelesaikan tugas yang sudah dimulainya (ay. 15).  Terakhir, si pemalas sering merasa diri paling benar dibandingkan orang lain (ay. 16). Maka bila anda sebagai seorang pemilik usaha dan bisnis, direktur, manager bahkan supervisor dari suatu tim kecil sekalipun, bila anda malas, maka berubahlah. Coba cek, mana yang sering kita lakukan dari empat hal diatas. Ayo berubah..

Bukan Kenyang Tapi Sehat

  Bukan Kenyang Tapi Sehat Ulangan 8:3, 6 (TB)  Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.   Oleh sebab itu haruslah engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan takut akan Dia.  https://alkitab.app/v/441901390453 Kita makan untuk apa?  Memasuki umur 40 di beberapa tahun lalu, saya mulai memperbaiki kebiasaan makan.  Tidak makan yang terlalu berlemak, mengurangi nasi, menjauhi mie kesukaan saya. Semua yang enak banget harus dikurangi dengan berat hati. Semuanya untuk menjadi semakin sehat.  Jadi ingat lagi ayat ini, 40 tahun bangsa Israel sebelum masuk ke dalam tanah perjanjian. Waktu yang sangat lama. Tapi cukup untuk menghilangkan satu generasi yang te...

Evaluasi Tambah Kurang Kali Bagi Dalam Bisnis Anda

  Salah satu yang saya pelajari dalam pembelajaran bersama GLEAM adalah evaluasi + (tambah), - (kurang), x (kali) dan / (bagi) untuk bisnis anda. Dalam pembahasan sebelumnya, kita telah mempelajari Key Success Factor, kemudian di dalamnya ada daftar area yang kita lihat menjadi Key Result Area. Sekarang saatnya kita melihat lebih dalam lagi, karena kita sudah tahu mana yang harus difokuskan dan menjadi KSF dan KRA. Maka kita akan melihat ada hal-hal yang bisa kita lakukan Tambah - Kurang - Kali dan Bagi dalam bisnis anda. Tambah Penambahan hal-hal yang menurut kita akan sangat penting untuk bisnis kita. Misal, untuk meningkatkan pendapatan, kita perlu sales lebih banyak. Maka tambahnya bisa menjadi + Sales tim 2 orang.  Kurang Kurang ini adalah hal yang selama ini membebani dan mungkin kita harus kurangi dalam bisnis kita. Misal, banyak pengeluaran yang tidak perlu. maka kita harus kurangkan. Contoh - Biaya entertainment Kali Perkalian, artinya multiplikasi, angka yang berlipa...

Aku Tidak Sanggup Tuhan

  Lalu kata Musa kepada TUHAN: "Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulu pun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah." (Keluaran 4:10) Aku tidak sanggup , Tuhan.. pernahkah kita mengucapkan kalimat itu ? Pada saat kita merasa putus asa, bingung dan tidak ada jalan, kita berkata "aku tidak sanggup, Tuhan" Yang menarik, ternyata kalimat ini pun disampaikan oleh Musa, tokoh besar yang membimbing bangsa Israel yang terkenal tegar-tengkuk untuk masuk ke tanah perjanjiannya, tidak tangung-tanggung, 40 tahun berjalan bersama mencapai tujuan. Seorang pemimpin dipegang perkataannya. Itu juga yang kita lihat dari pengalaman Musa ini. Dia merasa dirinya tidak sanggup, tidak mampu, karena tidak bisa berkata-kata. Tidak mampu berkata, dengan alasan berat mulut dan berat lidah. Pengalaman latar belakang masa kecil Musa sedikit banyak membentuk hal ini. Tidak mudah untuk bisa berubah, dan hanya Tuhan yang sanggup dan ...