Posts

Showing posts with the label Laborare Est Orare

Janji Jiwa

Mazmur 105:7-8 (TB)  Dialah TUHAN, Allah kita, di seluruh bumi berlaku penghukuman-Nya. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan, https://alkitab.app/v/348fb1cb1001 Seberapa anda ingat akan janji ? Ternyata bukan hanya kita, tapi Tuhan pun berjanji. Masalahnya apakah kita cukup mendengar dan mengerti janji Tuhan dalam hidup kita. Waktu saya jatuh bangkrut, saya ingat dihadapkan pada kenyataan pahit. Saya tidak punya apa-apa, selain Tuhan serta pasangan yang mendukung , dan kawan. Mulailah saya bangkit setelah memahami janji Tuhan bahwa saya harus menjadi saluran berkat. Saya menyerahkan sepenuhnya pada penyertaan Tuhan, dan itu menjadi janji jiwa saya. Menjadi saluran berkat mengingatkan saya banyak hal. Bagaimana harus mencari customer yang sesuai, tidak melakukan korupsi, tidak melakukan entertainment 'negatif', bagaimana menjaga kepuasan customer, bagaimana menjaga keutuhan tim, dan menjaga keberlangsung...

Anak boss

2 Tawarikh 1:1 (TB)  Salomo, anak Daud, menjadi kuat dalam kedudukannya sebagai raja; TUHAN, Allahnya, menyertai dia dan menjadikan kekuasaannya luar biasa besarnya. https://alkitab.app/v/9a6fee642e4f Anak boss jadi pimpinan! Itu hal umum yang bisa kita lihat. Tapi perhatikan prosesnya. Salomo juga anak raja, tapi Tuhan melengkapinya sehingga dia mampu. Saya melihat sendiri bagaimana anak bahkan cucu dari konglomerat Indonesia terlibat dalam perusahaan. Konglomerat era 2000an dimana saya bekerja memasukkan anaknya dalam posisi manager, dalam hitungan bulan naik jadi direktur, dan menjalankan bisnis baru menjanjikan yang heboh kala itu. Dalam waktu singkat semua dipermudah. Dan dalam waktu singkat juga kejatuhan bisnis konglomerasi dimulai, sekarang sudah rontok bisnisnya. Konglomerat yang lain, mmpersiapkan anak cucunya masuk ke perusahaan dari bawah, perlu waktu 2 tahun naik jadi manager, 2 tahun naik jadi direksi. Tidak dikarbit. Proses berjalan. Hampir 5 tahun untuk ...

Anda termasuk golongan ini?

Wahyu 21:8 (TB)  Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua." https://alkitab.app/v/7774d67e4f52 Apakah anda termasuk golongan di atas, terutama dalam menjalankan bisnis anda? Ada orang yang melakukan berbagai cara untuk mendapatkan keuntungan dalam usahanya, termasuk cara-cara jahat dan kotor. Ada yang meggunakan kekuatan kuasa gelap untuk mencapai keinginannya. Ada yang selalu menipu konsumen dan mitranya. Sadarkah kita? Kita akan masuk ke api menyala-nyala, sebagai kematian kedua, bila kita tetap melakukannya. Toh, semua kekayaan tidak akan kita bawa mati meskipun kita orang terkaya di dunia.

Didik millenial gaya kolonial

Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu. (Amsal 22:6) David Green lahir di tengah keluarga pendeta. Sekalipun orang tuanya bukan orang kaya, namun mereka berhati mulia-suka memberi dan berbagi. Kegemaran memberi pun tertanam menjadi sifat yang diwarisinya. Cita-citanya menjadi seorang pengusaha tercapai. Kini, dirinya adalah pemilik toko terbesar di Amerika yang menjual segala jenis bahan untuk orang menyalurkan hobi dan menghasilkan karya cipta sendiri. Ia selalu rindu untuk meningkatkan jumlah pemberiannya. Sekarang, di usia 70-an, ia berhasil memberikan setengah dari keuntungan usahanya setiap bulan untuk gereja dan amal. Pendeta Max Lucado berkata, mendidik anak sejak usia dini adalah ibarat menginjakkan kaki di atas semen basah. Seiring berjalannya waktu, bekas injakan itu akan kering-jadilah cetakan telapak kaki yang permanen. Seberapa besar kemampuan kita mendidik orang muda? Mile...

Kangen

Mazmur 42:2-5 (TB)  (42-3) Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? (42-4) Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: "Di mana Allahmu?" (42-5) Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan. (42-6) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! https://alkitab.app/v/2ba4954a6b53 Pernahkah kita merasa rindu dengan seseorang? Bagaimana dengan rindu kepada Allah? Merindukan menunjukkan kita merasa kehilangan sesuatu yang biasa kita rasakan. Perasaan kangen ini sangat wajar dan bisa membuat kita tertekan. Selanjutnya apakah kita melakukan sesuatu untuk bis...

Ikuti Leader

Lukas 14:25-27 (TB)  Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka: "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. https://alkitab.app/v/5f3b54517e20 Apakah pernah merasakan pada saat kita mengikuti pemimpin kita, kita merelakan banyak hal demi dia ? Seperti itulah dan bahkan mungkin lebih pada saat mengikut Yesus. Memikul salib memiliki banyak pengertian, tapi yang jelas, pengorbanan dan menyangkal diri. Itulah yang harus kita lakukan juga, sekalipun anda sudah menjadi pemimpin, manager, team leader, bahkan pemilik usaha sekalipun.

Duduk VIP

Lukas 14:7-11 (TB)  Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah. Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." https://alkitab.app/v/1faecc6fc0b5 Kamu duduk dimana? Apakah saya disediakan tempat khusus? Mana ruan...

Semakin memberi

Lukas 12:22-24 (TB)  Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian. Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu! https://alkitab.app/v/a90fe9f311c0 Kita mungkin berpendapat bahwa orang kaya adalah mereka yang memiliki banyak harta sehingga mereka tidak lagi merasa kekurangan. Namun, ada juga orang yang tampak berlimpah harta, tetapi selalu mengeluh karena tetap merasa kekurangan. Kalau situasinya begitu, sebenarnya, orang tersebut masih tergolong miskin, bukan? Artinya, derajat kekayaan seseorang sebenarnya tidak diukur dari seberapa banyak harta yang dimilikinya, tet...

Bukan rencanaku tapi rencanaMu

Kejadian 50:20 (TB)  Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. https://alkitab.app/v/7bd6aae4f43c Seperti kita, Yusuf mengharapkan hal-hal yang baik. Namun, harapannya meleset. Dia dimasukkan ke dalam sumur, dijadikan budak, dan dipenjarakan. Tetapi, lihat! Dijadikan budak membuatnya menjadi tangan kanan Potifar. Dijebloskan ke penjara malah mengantarnya menjadi penguasa Mesir, menjadi penolong banyak orang. Sebab itu, Yusuf berkata kepada kerabatnya, "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan ..." (ay. 20). Rencana kita mungkin tidak mulus, terutama apabila kita tidak melibatkan Tuhan di dalamnya. Kita pikir rencana kita paling hebat, tapi seringkali kita dibuatNya takjub, setelah mengetahui apa yang Tuhan buat. Dulu saya ber...

Allah menjadikan kita sebagai pemimpin

1 Samuel 12:5, 14-15 (TB)  Lalu berkatalah ia kepada mereka: "TUHAN menjadi saksi kepada kamu, dan orang yang diurapi-Nya pun menjadi saksi pada hari ini, bahwa kamu tidak mendapat apa-apa dalam tanganku." Jawab mereka: "Dia menjadi saksi." asal saja kamu takut akan TUHAN, beribadah kepada-Nya, mendengarkan firman-Nya dan tidak menentang titah TUHAN, dan baik kamu, maupun raja yang akan memerintah kamu itu mengikuti TUHAN, Allahmu! Tetapi jika kamu tidak mendengarkan firman TUHAN dan kamu menentang titah TUHAN, maka tangan TUHAN akan melawan kamu dan melawan rajamu. https://alkitab.app/v/9c578c10c962 Siapakah yang menjadikan raja (pemimpin) diantara kita? Dari nas tadi diatas, Tuhanlah yang memilih, menentukan, dan menjadikan pemimpin. Demikian pula dengan pemimpin dalam perusahaan. Dengan perkenan , kehendak Tuhan sajalah yang menjadikan kita sebagai pemimpin, manager, pemilik, pengelola perusahaan. Janganlah lupa akan hal itu. Artinya juga kita tidak bol...

Allah memelihara kita

Janganlah jiwaku berkata, 'Bagaimana Allah memelihara aku?'     Ingat bahwa Yang Maha Kuasa memiliki pelayan di mana-mana.     Cara-Nya agung, hati-Nya amatlah baik,     Allah tidak pernah mendahului waktu-Nya, dan tidak pernah terlambat." [1] Suatu ketika, bertemu teman lama, yang tahu bagaimana waktu saya kecil, hidup sulit dan penuh perjuangan, dia bertanya, bagaimana saya bisa bertahan? Jawabku singkat, Tuhan memelihara kami. Seringkali tanpa sadar kita lupa pemeliharaan Tuhan. Bagaimana Tuhan memelihara, melewati hari demi hari, meskipun terasa sakit dan terseok-seok, toh kita bisa melewatinya semua. Demikian juga dalam usaha kita, mungkin kita memulainya dengan gegap gempita, pesta pembukaan kantor, tapi kemudian barulah kita merasakan kesulitannya. Ada juga yang memulainya dengan doa sederhana, di rumah kontrakan dengan modal seadanya. Tetap akan merasakan kesulitannya juga. Masalahnya adalah, apakah kita mau tetap meminta pertolonga...

Jejak Positif

Jejak iman seorang pengikut Kristus dapat dilihat dari ketaatannya. Sikap taat merupakan bukti dari konsistensi dirinya dalam menjalankan rencana Tuhan. Yesus pun membuktikan konsistensi diri-Nya melalui tindak ketaatan-Nya kepada kehendak dan rencana Bapa (Yoh 4:34) serta menyelesaikan pekerjaan yang diberikan kepada-Nya (ay. 4). Bahkan, ketaatan itu Dia lakukan sampai mati di kayu salib (Flp 2:8). Apakah yang akan kita tinggalkan kepada konsumen kita? Jejak positif atau negatif? Konsumen adalah harapan kita, maka tentu kita akan selalu meninggalkan jejak positif. Termasuk juga hasil pekerjaan tim kita. Kita selalu mengusahakan hasil terbaik. Seorang sales, bila berhasil mendapatkan sampai 3 PO dari konsumen yang sama, maka ia telah berhasil meninggalkan jejak positif. Itu yang selalu saya katakan ke tim. Untuk bisa meninggalkan jejak positif, maka pikiran kita harus tetap positif. Kita harus berjiwa melayani, sama seperti Tuhan melayani kita, itulah kita seharusnya melayani k...

Hukum rimba

Hukum rimba berkata, ”Siapa yang kuat dialah yang berkuasa.” Fenomena ini sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka yang kuat kerap semena-mena terhadap yang lemah. Itulah perilaku dunia. Tapi bersama Tuhan, kita diajar hal berbeda, yaitu hukum Tuhan. Hukum Tuhan sangat jelas dan tegas, yaitu kasih. Tuhan mengajarkan kita kasih. Meskipun kita berada di tengah kekerasan dimana-mana, kecurangan terjadi, korupsi merajalela. Tuhan tetap mengingatkan kasih di atas segalanya. Dengan kasih,kita menghargai keputusan yang harus kita ambil. Dengan kasih, kita menjadi lebih sabar. Kita menghormati keputusan yang diambil, juga dengan kasih. Dengan kasih, kita bersikap dewasa kepada tim kita, rekanan dan mitra kerja kita. Kita tahu mereka bisa curang, dan kita menegurnya dengan kasih. Meskipun hukum rimba terjadi dalam bisnis yang kita hadapi, tetapi dengan fokus dan berbeda, kita bisa bertahan bahkan menjadi besar. Mari terapkan kasih melawan hukum rimba ..

Jangan sombong

Yesaya 2:11-12, 22 (TB)  Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu. Sebab TUHAN semesta alam menetapkan suatu hari untuk menghukum semua yang congkak dan angkuh serta menghukum semua yang meninggikan diri, supaya direndahkan; Jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih dari pada embusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap? https://alkitab.app/v/ec141f1a0636 Kita tidak boleh sombong, meskipun kita adalah pimpinan, dan sebagai pengusaha Kristen, kita harus meneladani Yesus. Mungkin saja tim kita tidak menguasai sebaik yang kita kuasai dan lakukan, tapi tetap saja kita akan akan butuh mereka. Dan hukum Allah sangat jelas, kita yang sombong, kita yang tinggi hati akan direndahkan. Dan apabila kita direndahkan, lihatlah, mereka yang dulu kita lecehkan akan membantu kita dari titik rendah, menolong mengangkat kita kembali. Inilah hukum Tuhan , yang mungkin tidak akan...

Kerja adalah bakti

1 Korintus 10:31 (TB)  Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. https://alkitab.app/v/c4bf148f204e Kerja adalah bakti. Entah, apa pun pekerjaan kita dari sekian banyaknya profesi, kita harus selalu melihatnya sebagai pelayanan kepada Allah. Kita harus menggunakan pekerjaan kita untuk melayani kebutuhan-kebutuhan manusia, dan membantu mereka memenuhi tujuan-tujuan Allah dalam hidup mereka. Termasuk dalam pekerjaan kita sebagai pengusaha Kristen. Itupun bentuk pelayanan kita kepada Allah. Untuk melayani Allah, sesama kita. Pada saat kita menyadari bahwa kerja kita adalah bakti, kerja adalah pelayanan, maka seluruh mindset kita akan berubah. Seperti ungkapan Bill Wallace, "Sekecil apa pun pekerjaan kita baik secara langsung atau tidak, harus mendukung terealisasinya tujuan Allah dengan umat manusia (meski ada risiko yang harus ditanggung )".

Dimanakah kepercayaanmu?

Lukas 8:25 (TB)  Lalu kata-Nya kepada mereka: "Di manakah kepercayaanmu?" Maka takutlah mereka dan heran, lalu berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga Ia memberi perintah kepada angin dan air dan mereka taat kepada-Nya?" https://alkitab.app/v/2a7eef1ceaeb Beratnya tekanan hidup juga sering terjadi di pengusaha Kristen. Dan kita akan sangat kuatir, karena bukan hanya hidup kita, tapi juga hidup banyak orang jadi terancam. Kekuatiran akan menguasai kita, dan kita mulai 'berteriak' dan mungkin saja melakukan hal yang salah. Lalu kita bertanya, dimanakah Tuhan? Padahal Dia tidak kemana-mana, Dia hanya sejauh doa. Pada saat Dia bertindak, seolah kita ditanya, dimanakah iman percaya kita? Dan kita pun terheran. Sungguh simple bukan, cukup mempercayakan diri kita, dan usaha kita sepenuhnya kepada Tuhan, maka segalanya akan berjalan baik.

Stay focus

Lukas 9:1-2 (TB)  Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang, https://alkitab.app/v/b1d969ab607d Tuhan menciptakan kita untuk sebuah tujuan khusus. Hanya Ia yang mengetahuinya dengan pasti. Tugas kita adalah peka mendengarkan suara-Nya agar mengetahui tujuan hidup kita. Sesudah menemukannya, kita harus fokus pada tujuan itu. Hal-hal duniawi, seperti makanan, uang, dan pakaian, jangan lagi memudarkan orientasi kita. Itu semua memang penting, tetapi bukan fokus kita. Kita juga harus mewanti-wanti agar tidak terlena karena respons baik orang karena terkadang sanjungan bisa mengalihkan orientasi kita. Fokus kita adalah Injil Kerajaan Allah, tidak yang lain! Pernakah kita pikirkan mengapa Tuhan menjadikan kita pengusaha, khususnya pengusaha Kristen? Renungkanlah, temukanlah men...

Bekerja adalah Berdoa (Laborare Est Orare)

Ungkapan "Berdoa dan Bekerja = Ora Et Labora" sudah sangat sering kita dengar. Tidak ada yang salah dengan ungkapan dan ajakan ini, hanya saja seolah keduanya terpisahkan. Seharusnya keduanya adalah satuan yang erat. Terutama bagi kita para pekerja dan pengusaha. Dengan mengandalkan Tuhan dalam keseharian kita, dan kehidupan pekerjaan ini,maka seyogyanya yang terjadi adalah Laborare Est Orare. Keduanya tidak dapat dipisahkan. Fokusnya adalah melakukan segala sesuatu sebagai doa kita. Termasuk pekerjaan kita. Maka dengan demikian, doa tidak lagi dipandang sebagai ritual yang harus kita lakukan jika kita ingin pekerjaan kita berhasil. Bandingkan, Amos 5:21-24 Aku membenci,   k    Aku menghinakan perayaanmu   1     l    dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. m     5:22  Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran   n    dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka,   o  ...