Posts

Showing posts with the label Bisnis Cara Allah

Mata Pedang jadi Mata Bajak

... mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak, dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang. (Mikha 4:3) Melihat banyak hal, hampir sebulan ini saya tidak menulis di JMC, tapi banyak menulis di tempat lain. Lalu saya beberapa mendapat peringatan karena tulisan saya tidak sesuai dengan ketentuan mereka, yaitu tidak boleh beriklan.  Tiap hal ada aturannya, tiap hal ada ketentuannya. Hanya saja seringkali tidak kita indahkan, tidak kita perhatikan. Mengapa ? Inilah kecenderungan manusia. Abai terhadap peringatan. Mikha juga demikian, tugasnya menjadi 'reminder' untuk terus menerus mengingatkan.  Tinggal manusia lain, apakah mereka 'aware' tentang hal ini.  Maka saya mengevaluasi kembali. Bila popularitas menjadi fokus utama kita, maka kita akan bertindak semua kesana, berusaha menjadi influencer, mempengaruhi orang dalam banyak hal.  Tapi justru dalam banya...

The New Normal

Image
Ayub 5:17-18 (TB)  Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa.  Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula.  https://alkitab.app/v/54b0cf2a5c10 Apakah kits sadar bahwa saat pandemi  ini adalah saat Allah menegur kita? Coba bayangkan kehidupan kita sebelum pandemi Covid-19 . Apakah kita menjaga tubuh kita seperti yang Allah minta?  Apakah kita menjaga dan mnghormati orang lain disekitar kita? Apakah kita menjaga kebersihan selama ini? Apakah kita bersikap sombong terhadap banyak hal? Apakah kita merasa mengusai dan jadi penguasa dunia? Apakah kita merasa sanggup menyembuhkan berbagai penyakit? Akh.. Banyak hal lainnya lagi yang sekarang kita sadari .. Semua ini akan mengarahkan kita kepada the New Normal.  Hal yang dulu ada tidak akan kembali lagi. Anak-anak Ayub tidak akan ...

Didik millenial gaya kolonial

Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu. (Amsal 22:6) David Green lahir di tengah keluarga pendeta. Sekalipun orang tuanya bukan orang kaya, namun mereka berhati mulia-suka memberi dan berbagi. Kegemaran memberi pun tertanam menjadi sifat yang diwarisinya. Cita-citanya menjadi seorang pengusaha tercapai. Kini, dirinya adalah pemilik toko terbesar di Amerika yang menjual segala jenis bahan untuk orang menyalurkan hobi dan menghasilkan karya cipta sendiri. Ia selalu rindu untuk meningkatkan jumlah pemberiannya. Sekarang, di usia 70-an, ia berhasil memberikan setengah dari keuntungan usahanya setiap bulan untuk gereja dan amal. Pendeta Max Lucado berkata, mendidik anak sejak usia dini adalah ibarat menginjakkan kaki di atas semen basah. Seiring berjalannya waktu, bekas injakan itu akan kering-jadilah cetakan telapak kaki yang permanen. Seberapa besar kemampuan kita mendidik orang muda? Mile...

Bisnis Cara Allah

Barangsiapa berkata bahwa ia hidup bersatu dengan Allah, ia harus hidup mengikuti jejak Kristus. (1 Yoh 2:6) Dalam 2 tahun ini, kami memasuki masa-masa sulit dalam berbisnis. Sulitnya dalam mendapakan client baru serta mendapatkan banyak pekerjaan / proyek baru. Memang ini tidak hanya kami, tapi sebagian besar pengusaha merasakan semua hal ini. Mungkin karena sebagian besar gerak ekonomi Indonesia masih digerakan oleh beragam proyek pemerintah, dan sebagian besar dananya disana. Atau juga karena sebagian besar pengusaha swasta masih menunggu, karena gonjang-ganjing ekonomi dunia dan lokal yang menguras dana apabila tetap melakukan ekspansi usahanya. Jadi semua berada dalam mode survive. Harapan besar terjadi tahun 2017 ini, dimana ekonomi Indonesia menjadi salah satu daya tarik dunia. Tapi permasalahan gaduh politik, serta ketentuan dan peraturan pemerintah yang semakin mencekik dunia usaha juga membuat roda ekonomi tidak seperti yang diharapkan.  Kami para pengusaha level...