Posts

Another Happy Customer

Image
Selama kita berusaha, menjalankan bisnis, apa yang menjadi fokus anda ? Keuntungan, margin, selalu tentang menjadi UNTUNG.  Lalu bagaimana bisa kita bila dihadapkan dengan perkara, dimana kita tidak bisa mengambil keuntungan. Pernah mengalami nya? Satu kali kami mencoba membantu customer yang selama ini memakai layanan kami, tapi dalam perhitungan dan pelaksanaan pekerjaan, kami tidak ada keuntungan. Bahkan ada kerugian, meskipun sedikit. Tapi customer puas dengan apa yang kami berikan. Dan partner yang kami pakai juga puas, karena memang kami tidak menunda pembayaran. Meskipun kami belum dibayar hingga sekarang oleh customer, tapi mereka happy.  Mengambil keuntungan seringkali bukan tujuan utama kita, tapi memberikan kebahagiaan, ketenangan kepada customer, itu yang sering menjadi fokus kami. Padahal untuk mencapai itu, hal mudah dan tidak mengenakan harus kami dan tim lalui. Memastikan tim bisa mengerti dan memahami ini, ini yang tidak mudah.  Tapi saya sungguh beruntun...

Kita Hamba

Image
Kepada siapa kita mengabdi ? Seringkali pertanyaan ini muncul di pikiran kita, apakah kita ini memang menjadi hamba Tuhan, atau hamba Uang ? Kita bekerja untuk uang, bukan untuk Tuhan bukan? Nah ayat ini mengingatkan kembali, apapun yang kita perbuat, perbuat dengan segenap hati untuk Tuhan, bukan untuk manusia, bukan untuk uang. Tuhanlah yang kita layani. Kita akan menerima bagian, sebagai upah, dan kita ingat senantiasa, bahwa Kristus Tuhan adalah TUAN, dan kita adalah HAMBAnya. Memahami ini sulit untuk semua orang, terutama untuk tim yang bekerja untuk kita. Tapi bahkan kita sendiri pun, sebagai pengelola perusahaan, tidak memahami ini. Pada saat kita sebagai hamba, maka kita harus mengikuti kehendak, mau dan keinginan tuan kita, Tuhan kita.   

Pengelola Yang Baik

Image
Ya, setelah meyakinkan kembali bahwa Tuhanlah pemilik, bahasan hari ini kembali mengingatkan saya, bahwa saya hanyalah pengelola.  Kami mengelola usaha ini sudah hampir 14 tahun, dan banyak kejadian terjadi, usaha naik dan turun. Semua ada masanya. Kami hanya bisa berserah kepada Tuhan atas semuanya.  Saya tahu juga, saya mungkin bukan pengelola yang baik. Ada banyak hal yang tidak saya kuasai di awal, dan kami belajar bersama, bangun dan jatuh, jatuh dan bangun, seperti layaknya anak kecil belajar berjalan.  Pengelola yang baik justru tidak menjadi hamba uang. Maka kami telah lama mengatur agar kami pun digaji layak, tidak tinggi sekali. Demikian juga dengan tim yang lain. Dan kami semua punya hak dan kesempatan kerja yang sama. Kami mengatur agar orang tidak lembur, agar mereka fokus mengerjakan pekerjaan mereka di jam kerja, dan memiliki waktu cukup dengan keluarga. Kami tidak silau oleh proyek dan pekerjaan bombastis, tapi lebih baik mengambil pekerjaan kecil dan tera...

Tuhan Pemilik

Image
Kembali ayat ini berdegung keras di telinga dan hati saya, karena selama beberapa hari ini saya tertekan, karena takut tidak bisa bertahan hidup karena mendadak ada kewajiban bayar yang besar sekali.  Saya hanya bisa berkata sekarang, Tuhan yang empunya bumi dan isinya, dan dunia, serta yang diam di dalamnya, termasuk apa yang saya ada dan miliki saat ini.  Kita harus ingat, waktu datang ke dunia ini, kita tidak membawa apa-apa, tidak punya apa-apa, demikian juga bila kita kembali kepadanya, meninggalkan dunia ini, tidak akan membawa apa-apa juga. Di mana kita dimakamkan hanya menunjukkan status sosial kita.  Saya menarik nafas panjang, dan berdoa sepanjang hari, menantikan kemurahan Tuhan atas masalah kami, dan kami masih menanti. Hanya saja bedanya sekarang, kami pasrah, menanti jawaban Tuhan, dan menjalaninya. Kalimat ayat ini kembali mengiang di telinga saya.  

BOS = Buat Orang Senang

Image
  Mengabdi pada dua bos. Itu kata karyawan. Seringkali dia bingung harus memprioritaskan yang mana. Karena bos nya ada 2 orang.  Saya hanya bilang, coba mana yang lebih penting, itu dikerjakan dulu. Seringkali memang kita akan ketemu dilema ini. Saya ingat waktu jadi karyawan, ada bos (atasan langsung), ada big bos (direktur), ada lagi super bos (pemilik). Kalau pemilik sudah suruh, semua perintah bos yang lain tidak berlaku. Biasanya begitu. Tapi saya ajarkan lain, coba mana yang lebih urgent, prioritas, itu yang didahulukan. Dan komunikasikan yang mana. Itu pesan singkat saya.  Akhirnya, tiap kali ada 2 bos ini menyuruh melakukan sesuatu, dia menimbang dan menginformasikannya kepada bos lainnya.  Saya hanya bilang, silahkan kerjakan itu dulu, jawab saya singkat.  Buat saya BOS itu akan selalu tetap Buat Orang Senang, dan artinya juga membuat orang lain senang melakukan apa yang kita minta. 

Harbolnas Karyawan

Image
  Apa yang bisa kita lakukan untuk external usaha kita ? Siapa saja external itu?  Ternyata, mereka itu adalah lingkungan dimana kita berusaha, keluarga karyawan, pelanggan, pemasok hingga masyarakat keliling.  Semua ini mana yang sudah mendapatkan perhatian anda ? Kalau saya harus akui, keluarga karyawan sekarang beberapa tahun ini menjadi fokus. Kami melakukan program HarBolNas. Program umumnya adalah hari belanja online nasional, dimana ada promo di semua platform marketplace. Dan kami (perusahaan) membayarkan barang untuk keluarga karyawan masing-masing. Mereka bisa memilih barang, dan kami menganggarkan hanya 100.000 per karyawan. Mereka bisa belanja masing-masing, dan diganti sejumlah itu.  Pertama kami menjalankannya , banyak yang belum mengerti order online, jadi ada yang menitip agar dibelanjakan. Setelah beberapa kali menjalankan, akhirnya semua terbiasa, dan mereka bisa membelikan apa yang anggota keluarga lain butuhkan dengan dana kecil ini.  Tapi da...

Peduli Karena Keluarga

Image
Satu kalimat yang selalu rasa getar tiap kali saya ucapkan pada waktu menerima karyawan baru masuk kerja adalah "selamat datang di keluarga DCM" ..  Perasaan yang sama, ketika dulu saya bekerja di BII, lingkungannya yang hommy, sangat akrab, kekeluargaan, membuat saya betah 3 tahun disana, dan itu semua karena rasa kekeluargaan yang tinggi.  Kekeluargaan artinya peduli, saling memperhatikan, bahkan untuk hal-hal yang sangat detail. Maka saat Tuhan mengijinkan saya membuka usaha kecil ini di tahun 2005, saya berusaha menerapkan konsep keluarga. Maka kami berusaha membuat itu terjadi hingga saat ini.  Apapun yang anggota keluarga kami rasakan, senang, sakit, kami membagikannya, dan kami berusaha mendukung saling menguatkan, menghibur. Itu sebabnya di kami ada uang suka duka, uang untuk bagi yang sedang bersuka, ataupun berduka. Mungkin itu kelahiran, kematian, kesedihan lain yang mungkin saja tidak bisa diucapkan. Kami membuat pendekatan. Ada "Ibu" dalam keluarga DCM ...