Posts

Persepsi yang menentukan - Ning

Persepsi Yang Menentukan - Untuk Direnugkan Setahun yang lalu temanku yg berada di puncak karirnya, tiba-tiba harus menganggur karena perusahaannya bangkrut. Karena dia punya keahlian, sebuah gereja memberikan pekerjaan dg gaji yg sangat kecil. Dia sangat marah kepada Tuhan karena dia merasa Tuhan telah membuang dan mencampakkan dia ke dasar lubang yg sangat dalam dan gelap. Dia merasa Tuhan meninggalkan dia sendirian. Berhari2 dia berdoa minta supaya Tuhan mengeluarkan dia dari lubang tsb secepatnya. Karena sampai sekarang posisi dia masih sama, dia merasa Tuhan sudah memalingkan wajah, tidak mau mendengarkan dan mengabulkan permintaannya. Sampai suatu kali dia bilang kalo Tuhan tidak segera memberikan jalan utk mencapai puncak yg spt dulu,dia mau menjauhi Tuhan. Sebenarnya berat tidaknya suatu masalah tidak ditentukan oleh peristiwa atau keadaan yang dihadapi. Masalah menjadi terasa sangat berat karena persepsi dia yang salah. Orang tsb merasa masalahnya terlalu berat karena dia berp...

Etos Kerja Kristen

Ayat SH: Filipi 2:12-18 Judul: Etos kerja Kristen Salah satu alat ukur penting untuk menilai pekerjaan seseorang adalah     etos kerjanya. Sebagai orang Kristen kita melakukan yang terbaik     karena Kristus telah memberikan yang terbaik, yaitu anugerah     keselamatan. Itulah etos kerja Kristen dan itulah makna     "mengerjakan keselamatan" (12). Etos kerja yang baik mengandung nilai-nilai sebagai berikut. Pertama,     kerja bukan karena dilihat orang . Paulus menasihati jemaat untuk     mengerjakan pelayanan mereka dengan baik sekalipun Paulus tidak     hadir di tengah-tengah mereka karena pelayanan itu ditujukan     kepada Allah (12-13). Bukankah kita sering menemukan orang-orang     yang bekerja keras di depan bos, tetapi bersikap santai ketika bos     pergi? Kedua, kerja baik dengan sungguh-sungguh, tanpa bersungut-sungut dan     berbantah-bantahan . Sebagai orang-orang yan...

10 Core Values berbisnis

Ada 10 core values (nilai2 inti) yang menjadi landasannya berbisnis: 1. Deliver WOW Through Service (Memberikan service yang WOW) 2. Embrace and Drive Change (Merangkul dan menggalang perubahan) 3. Create Fun and a Little Weirdness (Menciptakan Fun dan hal yang agak “nyeleneh”). 4. Be Adventurous, Creative, and Open Minded (Ber-adventur, kreatif dan punya pikiran yang terbuka). 5. Pursue Growth and Learning (Mengejar pertumbuhan dan selalu belajar) 6. Build Open and Honest Relationship with Communication (Menciptakan hubungan komunikasi yang jujur dan terbuka.) 7. Build a Positive Team and Family Spirit (Menciptakan team kekeluargaan yang positip) 8. Do More With Less (Kerjakan lebih dengan sumber daya sesedikit mungkin) 9. Be Passionate and Determined (Cinta, gairah dan semangat mencapai tujuan) 10. Be Humble (Rendah hati). Semua orang memahami apa yang dijabarkan dalam 10 hal diatas, semua tahu akan pentingnya, tetapi ada berapa yang benar2 melakukannya?

Lima Level Kepemimpinan, sudah di level berapakah Anda?

Lima level kepemimpinan 1. Posisi / rights (hak) Orang mengikuti Anda karena mereka harus melakukan hal tersebut. Catatan: Pengaruh Anda tidak akan melampaui batasan-batasan deskripsi pekerjaan Anda. Semakin lama Anda bertahan di sini, semakin tinggi perputaran karyawan dan semakin rendah semangat juang. 2. Izin / Relationship (hubungan) Orang mengikuti Anda karena mereka ingin melakukan hal tersebut.  Catatan: orang akan mengikuti Anda hingga melampaui wewenang yang ditetapkan kepada Anda. Level ini akan memungkinkan pekerjaan menjadi sesuatu yang menyenangkan. Peringatan: bertahan terlalu lama di level ini tanpa peningkatan akan mengakibatkan orang-orang yang bermotivasi tinggi menjadi gelisah . 3. Produksi / Result (hasil) Orang mengikuti Anda karena yang telah Anda lakukan untuk organisasi tersebut. Catatan: ini adalah tempa kesuksesan dirasakan oleh sebagian besar orang. Mereka menyukai Anda dan apa yang tengah Anda lakukan. Berbagai permasalahan terselesa...

Pekerja Kategori berapakah Anda?

PEKERJA KATEGORI IV Ed Silvoso, penulis Anointed for Business, membedakan empat jenis orang percaya dalam dunia kerja. Kategori I adalah orang yang hanya bekerja untuk mencari uang. Kategori II merupakan orang yang bekerja dengan prinsip-prinsip kebaikan kristiani. Kategori III terdiri dari orang yang mencari Tuhan dan pimpinannya dalam pekerjaan. Kategori IV yaitu mereka yang mentransformasikan dunia kerjanya bagi Kristus. Termasuk kategori yang manakah Anda? Nehemia adalah seorang pekerja, seorang bupati di tanah Yehuda (ayat 15). Ia bukanlah seorang nabi, imam, atau rohaniwan. Akan tetapi, ia peduli terhadap pekerjaan Tuhan di puing-puing kota dan masyarakat Yerusalem. Ia menangkap rencana Tuhan di dalam hatinya (Nehemia 2:12, 7:5), lalu bergerak mempersembahkan doa, waktu, tenaga, bahkan seluruh hidupnya bagi Tuhan melalui pekerjaannya. Pasal yang kita baca memberikan salah satu catatan tentang pengaruh kehadirannya dan kesepenuhan ha...

RASA AMAN

                            MERASA AMAN  Pernahkah Anda berusaha tak terlihat ketika kendaraan polisi  lewat, padahal ia tidak sedang mengejar Anda? Pernahkah kita  berusaha membela diri dalam percakapan, padahal sebenarnya tidak ada  orang yang mengkritik perkataan kita? Kalau pernah, kita takkan  menemui kesulitan saat membaca ayat 1: "orang fasik lari, walaupun  tidak ada yang mengejarnya".  Ada sesuatu yang membuat orang fasik lari. Jelas bukan karena mereka  orang-orang penakut. Pada kenyataannya, orang fasik dalam  kebodohannya bisa melakukan tindakan-tindakan yang berisiko tinggi,  misalnya: menerobos lampu merah, memakai obat terlarang, korupsi,  dan sebagainya. Namun, seperti Adam yang bersembunyi ketika  mendengar langkah Tuhan (Kejadian 3:8), ada nurani yang Tuhan  berikan untuk memberi tahu bahwa ia "tidak aman" d...

Jesus the CEO

Jesus the CEO "To be a good leader, you have to study the patterns of the most effective leaders who have ever lived," says Mary Ruth Swope, author of eight management books. "In my opinion, the most effective leader was Jesus. He spearheaded the concept of servant leadership--Jesus knew who he was and showed that being a servant is the best way to behave in leadership." The management concept that has been shaking the corporate world is the idea that hierarchies in corporate management are dead. The leader's authority does not result from her position or degree but from the shared vision she carries and her acceptance as a leader by members of the organization. This concept is called "post-heroic" leadership (or "servant" leadership) because the focus is off the single magnetic leader at the top of a hierarchy (the "hero") who authoritatively sets policy. Above all, post-heroic leaders are willing, as Time ma...