Posts

ETOS KERJA (SDM) KRISTEN

By Edward E. Hanock Etos kerja menurut Jansen Sinamo “perilaku kerja positif yang lahir sebagai buah dari keyakinan dan komitmen total pada paradigma kerja tertentu. Atau (etos kerja) merupakan manifestasi dari keyakinan yang mendalam serta komitmen yang kuat pada nilai-nilai kerja tertentu yang tampak keluar sebagai perilaku kerja yang positif”. Konteks Nasihat 2 Tesalonika merupakan kelanjutan dari surat yang ditulis oleh Paulus kepada jemaat di Tesalonika. Jemaat ini sedang menghadapi ajaran sesat di sekitar kedatangan Tuhan Yesus kedua kali ke dunia ini. Ajaran sesat tersebut memberitahukan bahwa kedatangan Tuhan Yesus sudah ada di depan mata. Mereka menetapkan kapan tanggal kedatangannya, persis seperti yang pernah terjadi di Bandung. Pengajar sesat menekankan cukup diam di rumah saja, tidak usah melakukan pekerjaan, seperti biasanya. Diam di rumah dalam artian menantikan kapan mereka diangkat oleh Tuhan. Diam dan diam di rumah menunggu hari “H”-nya! Kita menyebutnya ajaran sesat,...

Iman mengalahkan ketakutan

'Sebentar lagi tahun Macan Api,.. hati-hati dalam berbisnis...' Itu celetukan singkat mama mertua di rumahnya pada sore ini. Sesuatu yang tidak baru bagi saya setiap kali kita menjelang atau memasuki tahun baru Cina. Memang karena dilahirkan dalam lingkungan keluarga Tionghoa, maka segala sesuatu adat Tionghoa senantiasa melekat dalam kehidupan kami. Salah satunya adalah apa yang harus diketahui tentang tahun yang akan datang. Seolah tidak mencermati pemakaian tahun Masehi yang selama ini dijalani, tahun kalender China juga seringkali menjadi perhatian penting. Khususnya, bagi keluarga-keluarga yang masih sangat percaya tentang hal ini. Kemudian, saya jadi ingat refleksi singkat saya setahun lalu, dimana kami akan memasuki tahun baru Cina pada tahun lalu. Yang selalu terngiang itu, 'ini tahun sial bagi Kuda'.. Dan seolah memang benar jadi sial sepanjang tahun itu. Kemudian ada lagi 'ini tahun yang jelek bagi Macan'.. dan seolah saya hidup penuh dengan kejelekan ...

Nasib Keberadaan Salib di Sekolah Italia

http://internasional.kompas. com/read/xml/2009/11/05/ 13441678/Nasib.Keberadaan. Salib.di.Sekolah.Italia Nasib Keberadaan Salib di Sekolah Italia dailymail Kamis, 5 November 2009 | 13:44 WIB STRASBOUG, KOMPAS.com - Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM) Eropa mengeluarkan putusan yang melarang adanya salib di sekolah-sekolah Italia. Keputusan itu memicu kemarahan para politisi negara itu. Menteri Luar Negeri Italia, Franco Frattini, mengatakan, "Ini merupakan embusan angin kematian bagi nilai-nilai dan hak-hak Eropa. Akar Eropa terletak pada identitas Kristen. Ketika kita mencoba untuk membawa agama semakin dekat, agama Kristen mendapat tentangan. Pemerintah akan mengajukan banding." Putusan Pengadilan HAM Eropa itu berawal dari pengaduan seorang perempuan Finlandia, Soile Lautsi, yang menikah dengan pria Italia. Keduanya ateis. Dia mengajukan protes bahwa anak-anaknya harus memasuki sebuah sekolah di Italia utara yang memajang salib di setiap ruang kelas. Keberadaan salib dalam ...

kompetensi + optimisme yang positif = raih mimpi mu

Mendengar acara motivasi setiap senin pagi di radio RPK sangat menggugah saya untuk menulis. Di tengah kesibukan, saya mencoba meluangkan waktu membagikan apa yang saya dengar dan yang menarik untuk kita ketahui bersama. Hal pertama yang dibicarakan beberapa minggu lalu adalah kompetensi. Sangat penting dalam hidup kita, kita memiliki kompetensi. Kemampuan, skill -- mungkin itu istilah yang lebih akrab di telinga kita. Kompetensi lebih dari itu, kompetensi itu menurut saya adalah kemampuan dan skill yang telah ter-asah, ibarat pisau itu, sudah sangat matang, siap digunakan dalam berbagai keadaan dan yang terlebih lagi sangat tepat. Kompetensi sangat diperlukan dalam dunia kerja, dunia pelayanan, bahkan dunia sosial kita saat ini. Nah, sekarang tinggal kita melihat diri kita masing-masing, apa yang selama ini saya tekuni, apakah sudah saya tekuni dengan baik, dengan maksimal. Apabila belum, berarti PR kita untuk membuat itu lebih baik dan lebih baik lagi. Kedua, optimisme yang positif. ...

Manna Sorgawi : Pandangan Alkitab terhadap Kerja dan Uang

Pandangan Alkitab dan Sikap Kita terhadap Kerja Bekerja adalah perintah Allah Ada orang yang berkata "Seandainya Adam dan Hawa tidak jatuh dalam dosa, maka kita tidak akan capek untuk bekerja seperti sekarang ini". Ini merupakan pemahaman yang salah, dan merupakan keinginan dari orang-orang yang malas bekerja. Sebenarnya perintah untuk bekerja sudah diberikan Allah sebelum manusia jatuh ke dalam dosa (Kej.1:28, 2:15, 19). Kejatuhan manusia ke dalam dosa hanya menambah usaha di dalam bekerja menjadi lebih berat (Kej 3:17-19). Today's English Version (TEV) menuliskan Kej 2:15 demikian "Then the LORD God placed the man in the Garden of Eden to cultivate it and guard it" artinya "Lalu Tuhan Allah menempatkan manusia di taman Eden untuk mengusahakan/menanami dan menjaga/memeliharanya". Untuk saat itu, pekerjaan yagn dilakkan oleh Adam dan Hawa adalah mengurus taman Eden beserta isinya. Tetapi untuk sekarang ini, ayat ini harus dipahami secara lebih luas di ...

Berserah Diri

Mungkin sangat mudah menyebutkannya, sangat mudah membicarakannya, dan sangat mudah juga menuliskannya. Tapi sungguhlah, sangat sulit melakukan dan menjalaninya. Inilah kata yang harus kita ingat senantiasa, yang dilakoni oleh Yesus kepada kita. Berserah diri pun harus kita lakukan dan jalani pada saat kita menerima telepon dari calon konsumen, pada saat menjelaskan produk dan jasa kita, dan pada saat mereka meneliti dan melihat produk dan hasil dari pekerjaan kita. Berserah diri juga menuntun kita untuk melihat, apakah memang Tuhan Yesus menghendaki orang ini, perusahaan ini menjadi klien kita. Kemudian berserah diri selanjutnya adalah melakukan dan menjalani 'melayani' klien kita yang telah memberikan kepercayaannya kepada kita. Berserah diri juga acapkali kita rasakan pada saat orang ataupun perusahaan tidak mampu atau tidak dapat membayar tepat waktu. Berserah diri yang paling rumit adalah pada saat klien kita, di dalamnya orang-orang tertentu memanfaatkannya untuk memperka...

WAKTU KEKINIAN

Mengapa kita harus peka terhadap waktu kekinian? Seorang yang tidak peka terhadap kekinian tidak mungkin realistis. Ia tidak mungkin bekerja dengan baik dalam sistem atau kelembagaan. Peka terhadap kekinian senantiasa membuat kita siap menghadapi tantangan. Keberhasilan Raja Daud sebagai pemimpin ditentukan oleh kepekaannya terhadap kekinian. Tidak dapat disangkal bahwa ia juga belajar dari masa lampaunya dan melalui sejarah bangsa Israel. Tetapi yang terpenting dari pelajaran masa lampaunya ialah pertobatan ketika ia gagal dalam hidup pribadi dengan seorang wanita. Hal tersebut mendorong dia lebih peka terhadap kekiniannya. Ia datang dalam kekinian dan mengaku kepada Allah Bapa-Nya bahwa ia telah berdosa. Bahkan dalam Mazmur 51, ia berdoa: "Tuhan, kalau Engkau mau ambil semua yang lain, tetapi satu hal aku minta, jangan Engkau mengambil Roh-Mu dari padaku." Menyadari keberadaannya dalam kekinian, penting baginya untuk maju. Karena ia senantiasa ...