Posts

kompetensi + optimisme yang positif = raih mimpi mu

Mendengar acara motivasi setiap senin pagi di radio RPK sangat menggugah saya untuk menulis. Di tengah kesibukan, saya mencoba meluangkan waktu membagikan apa yang saya dengar dan yang menarik untuk kita ketahui bersama. Hal pertama yang dibicarakan beberapa minggu lalu adalah kompetensi. Sangat penting dalam hidup kita, kita memiliki kompetensi. Kemampuan, skill -- mungkin itu istilah yang lebih akrab di telinga kita. Kompetensi lebih dari itu, kompetensi itu menurut saya adalah kemampuan dan skill yang telah ter-asah, ibarat pisau itu, sudah sangat matang, siap digunakan dalam berbagai keadaan dan yang terlebih lagi sangat tepat. Kompetensi sangat diperlukan dalam dunia kerja, dunia pelayanan, bahkan dunia sosial kita saat ini. Nah, sekarang tinggal kita melihat diri kita masing-masing, apa yang selama ini saya tekuni, apakah sudah saya tekuni dengan baik, dengan maksimal. Apabila belum, berarti PR kita untuk membuat itu lebih baik dan lebih baik lagi. Kedua, optimisme yang positif. ...

Manna Sorgawi : Pandangan Alkitab terhadap Kerja dan Uang

Pandangan Alkitab dan Sikap Kita terhadap Kerja Bekerja adalah perintah Allah Ada orang yang berkata "Seandainya Adam dan Hawa tidak jatuh dalam dosa, maka kita tidak akan capek untuk bekerja seperti sekarang ini". Ini merupakan pemahaman yang salah, dan merupakan keinginan dari orang-orang yang malas bekerja. Sebenarnya perintah untuk bekerja sudah diberikan Allah sebelum manusia jatuh ke dalam dosa (Kej.1:28, 2:15, 19). Kejatuhan manusia ke dalam dosa hanya menambah usaha di dalam bekerja menjadi lebih berat (Kej 3:17-19). Today's English Version (TEV) menuliskan Kej 2:15 demikian "Then the LORD God placed the man in the Garden of Eden to cultivate it and guard it" artinya "Lalu Tuhan Allah menempatkan manusia di taman Eden untuk mengusahakan/menanami dan menjaga/memeliharanya". Untuk saat itu, pekerjaan yagn dilakkan oleh Adam dan Hawa adalah mengurus taman Eden beserta isinya. Tetapi untuk sekarang ini, ayat ini harus dipahami secara lebih luas di ...

Berserah Diri

Mungkin sangat mudah menyebutkannya, sangat mudah membicarakannya, dan sangat mudah juga menuliskannya. Tapi sungguhlah, sangat sulit melakukan dan menjalaninya. Inilah kata yang harus kita ingat senantiasa, yang dilakoni oleh Yesus kepada kita. Berserah diri pun harus kita lakukan dan jalani pada saat kita menerima telepon dari calon konsumen, pada saat menjelaskan produk dan jasa kita, dan pada saat mereka meneliti dan melihat produk dan hasil dari pekerjaan kita. Berserah diri juga menuntun kita untuk melihat, apakah memang Tuhan Yesus menghendaki orang ini, perusahaan ini menjadi klien kita. Kemudian berserah diri selanjutnya adalah melakukan dan menjalani 'melayani' klien kita yang telah memberikan kepercayaannya kepada kita. Berserah diri juga acapkali kita rasakan pada saat orang ataupun perusahaan tidak mampu atau tidak dapat membayar tepat waktu. Berserah diri yang paling rumit adalah pada saat klien kita, di dalamnya orang-orang tertentu memanfaatkannya untuk memperka...

WAKTU KEKINIAN

Mengapa kita harus peka terhadap waktu kekinian? Seorang yang tidak peka terhadap kekinian tidak mungkin realistis. Ia tidak mungkin bekerja dengan baik dalam sistem atau kelembagaan. Peka terhadap kekinian senantiasa membuat kita siap menghadapi tantangan. Keberhasilan Raja Daud sebagai pemimpin ditentukan oleh kepekaannya terhadap kekinian. Tidak dapat disangkal bahwa ia juga belajar dari masa lampaunya dan melalui sejarah bangsa Israel. Tetapi yang terpenting dari pelajaran masa lampaunya ialah pertobatan ketika ia gagal dalam hidup pribadi dengan seorang wanita. Hal tersebut mendorong dia lebih peka terhadap kekiniannya. Ia datang dalam kekinian dan mengaku kepada Allah Bapa-Nya bahwa ia telah berdosa. Bahkan dalam Mazmur 51, ia berdoa: "Tuhan, kalau Engkau mau ambil semua yang lain, tetapi satu hal aku minta, jangan Engkau mengambil Roh-Mu dari padaku." Menyadari keberadaannya dalam kekinian, penting baginya untuk maju. Karena ia senantiasa ...

Universitas Harus Jadi Pusat Entrepreneurship

Wed, 09/04/2008 - 16:13 — UCEC.Staff Pada 10 September 2007, Dr. Ir. Ciputra menyampaikan kuliah perdana tahun akademik 2007/2008 di Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Dalam forum ilmiah yang dihadiri 1.000-an civitas akademika (rektorat, guru besar, wali amanat dan mahasiswa pascasarjana) , Dr. Ir. Ciputra menyampaikan tema Pentingnya Kewirausahaan dalam Pendidikan Tinggi dan Pemecahan Masalah Bangsa. Untuk mengetahui lebih dalam pemikiran entrepreneurship, berikut petikan wawancara Bisnis dengan Bos Grup Ciputra ini: Mengapa entrepreneur? Ada lima alasan penting. Kesempatan kerja makin terbatas. Pemda DKI tahun lalu mendapat 39.622 pelamar kerja untuk 950 lowongan. Lalu kemana 38.500 pelamar yang gagal? Ini sama di sektor swasta. Pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) bukan solusi ideal. Siapa yang senang berpisah dengan keluarga untuk bekerja kasar di negeri asing? Kita sedih sekali, ada TKI dihina, diperkosa dan ada yang bunuh diri. Ini karena sedikit entrepreneur yan...

Pengusaha suka memberi

"Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan." (Amsal 22:4). Sebagai pengusaha, kita ditantang untuk memberi. Tidak hanya memberi perhatian, dukungan, dana, tetapi ada sesuatu yang lebih besar yang akan kita kerjakan, terutama untuk orang lain. Kalau kita dapat memberi bantuan dan memotivasi orang lain untuk hidup yang lebih baik, itu merupakan kebahagiaan bagi kita. Saat memberi dengan tulus, sesungguhnya hati kita sedang dibentuk serupa dengan hati Bapa, yaitu penuh dengan kemurahan. Inilah keuntungan yang bersifat kekal, yang melekat dalam hati kita. Keuntungan lain yang akan didapatkan orang yang suka memberi adalah dari sisi Tuahn. Tuhan berkenan memberkati jalan hidup orang yang rendah hati. 'Tetapi orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah (Mzm 37:11)'. Pada saat kita memberi dan orang lain menerima, ada saat keadaan dan motivasi orang dapat berubah, maka da...

PAKU YANG TERTANCAP

(Ubahlah aku ya Tuhan) Suatu hari ada seorang gadis kecil yang cantik dan baik hati tapi sering ngambek, nggak sabaran dan sering marah. Namanya Mimi. Ibu Mimi sedih melihat Mimi sering marah-marah. Suatu ketika Ibu Mimi memanggil Mimi ”Mimi, sini sayang…” Mimi mendekat, “ya bu.. ada apa?” Lalu ibu Mimi memberi sebilah kayu, paku dan palu. Mimi bingung “ini.. buat apa bu?” “Mimi, setiap kali kamu marah, kamu ambil sebuah paku dan tancapkan ke kayu ini, dan sebaliknya saat kamu dapat menahan amarahmu, kamu boleh cabut sebuah paku dari kayu ini” Mimi mengikuti perkataan ibunya, tiap kali ia marah, ia menancapkan sebuah paku dan saat ia dapat menahan amarahnya ia mencabut sebuah paku. Secara bertahap Mimi sadar, ternyata untuk menancapkan paku dan mencabutnya itu sulit, nggak kalah sulit dibandingkan mengatur emosinya. Lalu Mimi mendekati ibunya, “bu.. ini aku balikin kayu, paku dan palu..” kata Mimi cemberut Ibu Mimi melihat Mimi, lalu tersenyum “kenapa dibalikin, Mimi..” “aku nggak su...