Posts

Right On Time

Istilah 'Right On Time' bisa berarti 'Tepat Pada Waktunya', atau mungkin lebih menarik lagi apabila diganti menjadi 'Tepat Pada WaktuNYA'. Beberapa hari ini benar-benar menyiksa, dimana semua pengeluaran untuk proyek demikian tinggi, saya harus berkonsentrasi dalam beberapa presentasi penting untuk klien baru, tetapi yang membuat saya kehabisan energi adalah karena saya harus bernegosiasi untuk pembayaran tenggat waktu dimana karena klien saya belum membayar saya. Wah, benar-benar seperti lingkaran, bulat tiada habisnya, dan seolah tidak ada ujung pangkalnya, semua saling tarik menarik. Dan ini menghabiskan energi. Tapi toh, saya harus pasrah juga, karena dalam banyak hal, bisnis yang selama ini saya jalani adalah anugrah dan 'maunya' Tuhan, jadi pasti dan pasti, Dia kasih jalan, cuma kapan?? Pertanyaan itu terjawab sore ini, dimana saya sudah pulang dengan letih sampai di rumah, mampir dulu utk mencukur habis rambut saya karena saking pusingnya, ehhh,.....

9 Penyebab Anda Bergaji Kecil

Memang gaji yang diterima setiap orang belum tentu sama. Dua orang manajer yang bekerja di satu bidang di perusahaan sama bisa memiliki penghasilan berbeda. Kalau gaji yang diterima besar, tentu tak menjadi masalah. Gaji kecil lah yang sering membuat kita bertanya-tanya. Apa saja yang memengaruhi kecilnya gaji? Ini faktornya. 1. Pendidikan Standar Memang banyak pengusaha yang tidak lulus pendidikan tinggi bisa sukses dan mendapat penghasilan besar. Meski begitu, pendidikan tinggi tetap membantu seseorang mendapat penghasilan lebih besar. Statistik menunjukkan, orang yang menempuh pendidikan tinggi cenderung menghasilkan lebih banyak uang daripada mereka yang berpendidikan rendah. 2. Usia Muda Mereka yang berumur 25 tahun ke bawah cenderung berpenghasilan lebih rendah dibandingkan yang berumur di atas 25 atau 30 tahun. Ini masuk akal mengingat pengalaman di satu bidang, jika ditekuni dari tahun ke tahun akan membuat pengalaman bertambah sehingga penghasilan pun juga bertambah. 3. Pengal...

BENAHI DIRI DALAM MENGHADAPI KRISIS GLOBAL

Dalam beberapa hari terakhir ini, saya berkali-kali menerima telepon dari teman dan nasabah yang bertanya, "sebaiknya saya bagaimana, Pak?" Kepanikan memang tidak bisa dicegah, apalagi kemudian terjadi peristiwa yang mencemaskan di seluruh dunia. Bisa dibilang, ini adalah gelombang ketiga dari krisis ekonomi yang terjadi selama ini, yang merembet mulai dari surat hutang yang buruk, hingga menjatuhkan ekonomi global. Gelombang ketiga terjadi akibat gelombang kedua ketika negara-negara berkembang mengalami kekacauan ekonomi akibat dua hal. Yang pertama, mereka kehilangan negara pembeli yang potensial. Yang kedua, di antara negara berkembang sendiri ada Brasil, Rusia, India, dan Cina yang selama ini pertumbuhan industrinya luar biasa, menghasilkan produk dalam jumlah luar biasa, yang segera mengalir mencari pasar-pasar yang masih bisa dimasuki. Kita patut memuji langkah Pemerintah yang segera mengetatkan impor, walaupun tidak bisa apa-apa kalau ternyata barang diselundupkan mela...

Integrasi Iman dan Ilmu

Integrasi Iman dan Ilmu oleh: Ev. Ronald A. H. Oroh, M.Div. Ditulis untuk Buku 40 tahun PO UI: Dahulu, Kini, dan Esok I do not feel obliged to believe that the same God who has endowed us with sense, reason, and intellect has intended us to forgo their use. - Galileo Galilei Topik tentang hubungan Iman dan Ilmu sudah dibahas berkali-kali dan sudah terlalu banyak artikel dan buku tentang hal ini. Mengapa sampai harus dibahas berkali-kali? Sangat penting? Atau iman dan ilmu memang tidak pernah diintegrasikan sehingga harus dibahas terus-menerus?! Dalam tulisan ini, saya akan membahas bagaimana seharusnya kita melihat hubungan Iman dan Ilmu dari penciptaan sampai pada kekekalan. Kej. 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas i...

Dia ada di sana!

Jesus My CEO - 22 September 2008 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia (Lukas 21:36) Nasihat untuk selalu berjaga-jaga ini Tuhan berikan kepada kita untuk selalu berdoa. Seringkali apa yang kita rasakan, kita jalani dalam keseharian kita, membuat kita lupa, bagaimana seharusnya kita hidup. Kita seolah hidup dalam dunia pada hari senin hingga jumat, dimana memang seluruh hidup kita dipacu untuk berlomba, bersaing, saling dorong, saling bunuh karakter, dan terus berusaha dengan berbagai cara menjatuhkan orang lain, dan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Tentu saja hal ini akan sangat bertentangan dengan hari sabtu (hari keluarga) dan hari minggu (hari ibadah).. Dimana kita berusaha sebaik mungkin menyediakan waktu, menghibur dan melakukan aktifitas bersama keluarga dan beribadah. Dan seolah lupa akan apa yang kita lakukan pada hari senin - jumat. Inil...

berdoa tak jemu..

JesusmyCEO - 20Sep2008 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu -- Lukas 18:1 Baca lebih seru lagi hingga ayatnya yang ke 8, dan kita lihat betapa Allah akan mengindahkan, mempedulikan, memperhatikan, lebih jelas lagi mendengar seru doa kita yang siang malam berdoa padaNya. Apalagi mengulur-ngulur pertolongan kepada kita. Bandingkan dengan kita, yang seringkali melupakan Tuhan dalam hidup kita, kita yang lebih egois, mementingkan diri sendiri.. Kita yang sering mengulur-ulur pertolongan yang dapat kita lakukan untuk sesama kita. Aduh, malu nya kita. Menjadi seorang pimpinan pun, seringkali kita mendengar bawahan kita, orang di sekitar kita meminta -- hingga memohon sesuatu. Tapi masalahnya apakah sikap kita selanjutnya.

Sudahkah kita terima?

Jesus My CEO - 17 September 2008 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. (Markus 11:24) Membaca ayat ini sungguh mengagumkan. Bayangkan saja, pertama - apa saja yang kamu minta (jelas kita banyak meminta dibandingkan memberi kepada Tuhan), kedua -- percayalah bahwa kita telah (baca: sudah) menerimanya. Apa saja yang kita minta sudah kita terima. Ketiga -- maka hal itu akan diberikan kepadamu. Dia akan (baca:telah) memberikannya untuk kita. Artinya, seringkali kita meminta, seolah kita telah (bahkan sudah) menerimanya. Wah, saya jadi malu nich, harus mengecek ulang dulu, apakah yang saya minta, benar saya sudah terima tetapi saya tidak atau kurang menyadarinya. Tapi ada satu hal yang saya minta, benar menjadi nyata. Saya meminta kepada Tuhan. Saya meminta dulu, yaitu menjadi pimpinan perusahaan. Dan benar, umur 30, Tuhan memberikannya. Tapi ada hal yang saya minta di mid 2004, be...